Jumat, 26 Juni 2009

Jangan Namai Anak Kita "Tsunami"


Hati-hati menamai anak.

"What's in a name?"

Very much a lot, of course ...


Di yaumil akhir, malaikat akan memanggil nama kita. Bila bagus, malaikat akan memujinya. Bila buruk, maka malaikat mencelanya.

Nama itu doa.

Di sebuah kelurahan padat penduduk di Bandar Lampung, ada ibu yang menamai anaknya Runtah. Mungkin karena tidak tahu bahwa runtah artinya sampah. Maka, anak itupun - kini sudah dewasa - menggelandang menjadi, maaf, sampah masyarakat.

Orangtua - terutama ayah - punya kewajiban untuk memberi nama yang baik karena alasan-alasan yang sangat baik diungkap oleh Saudara Muhammad di sini.

***

one berkata, Januari 30, 2009 @ 9:51 am

assalamualaikum pak ustadz.tgl 27-1-09.istri saya melahirkan putri pertama.itu adalah amanat dan anugrah terindah yg allah beri kpd kami. jauh hari kami sdh persiapkan nama.untuk anak pertama kami. “SALSABILA GRACEAZZAHRA TAUHID” tapi kami bingung artinya apa.mohon bantuanya pak ustadz.terimakasih. (Salah satu tanggapan pengunjung http://syiarislam.wordpress.com. Ingin mencari nama islami untuk ananda tercinta? Bisa klik situs ini di sini)

Tiap kali hamil, mempersiapkan nama anak juga menjadi keasyikan tersendiri. Anak pertama sempat ingin dinamai Sabrina - singkatan dari nama kedua ortunya. Tapi seorang ustadzah mengatakan bahwa menamai anak dari singkatan kedua nama ortu tidak dianjurkan - btw saya belum indepth tanya maupun googling soal ini.

Biasalah anak pertama, apa-apa harus the best, termasuk untuk urusan nama. Setelah 'Sabrina' terdelete, kamipun oke dengan nama Tsabita. Dan merujuk QS Muhammad:7 "
In tanshurullaaha yanshurkum wayutsabbit aqdaamakum"; nama indah - menurut kami ketika itu - sudahpun dirangkai: Tsabitah Aqdam Yumna. Tapi setelah konsult dengan ustadz Lc., nama itu urung dipublish, karena secara lughoh/bahasa, artinya = perempuan yang kuat .. kaki kanannya (wakakww...)

Akhirnya sepakatlah saya dan suami menamai bayi pink 3 kg itu Tsabitah Alya. Taken from "tsabat" ~ perempuan yang tegar, teguh, kokoh dan tinggi akhlaknya.

Anak kedua, tidak terlalu panjang negosiasi untuk si ayuk 3,8 kg ini. Lagi-lagi, berhubung pengetahuan bahasa Arab kami sungguh sangat menyedihkan, seorang lulusan Madinahpun dikontak untuk konsultasi nama indah. Maka jadilah nama Tsaqifa Aulia ~ tsaqofah ~ perempuan yang cerdas/berpengetahuan, mulia dan disayangi (Allah) ~ Amiin.

Gara-gara nama berawalan huruf tsa inilah, beberapa masukan nama untuk anak-anak kami (berikutnya) berdatangan. Ada Tsauban, salah seorang sahabat Nabi SAW, yang menjadi perawi hadits. Tapi secara bahasa tsauban artinya baju, kurang bernilai doa.

Bukan hanya itu tapi juga entry nama yang jelas takkan kami lekatkan pada anak-anak kami: tsunami dan tsubasa ...

***

Tapi ketika si buyung lahir, surprise2.. ia kami namai Ukasyah Rosyid - ketika tulisan ini diterbitkan, ia menjelang 7 bulan. kadang dipanggil Ukasyah, pernah juga dipanggil Uu .. kadang dipanggil Syahid. Pokoknya yang bagus2lah (semoga lidah kami dimudahkan untuk memberi panggilan2 terbaik ..).

Kalau ada yang mau lihat nama-nama yang dilarang dalam islam, silakan klik di sini.

- aih, sungguh tajam firasat si sholih - bangun dia minta ibunya berhenti ngetik - Tapi kurasa, cukuplah terbitan entri ini. Semoga ada manfaatnya. Atau ada yang mau kasih saran nama-nama indah?

Share:

welcome to detti's blog

communication scholar & practitioner, hopefully being lifetime citizen journalist, simply laid back ambivert

Mengoptimalkan Google Alerts untuk Media Monitoring

Menyusun panduan optimalisasi google alerts ini sekira dua bulan sebelum ramadhan tahun lalu. Belum sempat di- digital archive , apa daya fi...

Popular Posts