Selasa, 28 Juli 2009

Mengarungi Samudra

Lumba-lumba dikenali sebagai mamalia laut yang bersahabat. At first sight, mungkin karena punya morfologi mulut yang tampak selalu tersenyum.

Analogi genus Delphinidae ini justru muncul dalam kontemplasi sekitar delapan tahun lalu, ketika rasa-rasanya - karena pemahaman yang seucrit tentang human relationship - saya secara tidak sadar (emang lagi ngapa? pingsan? ...) membentuk diri menjadi perempuan yang jarang tersenyum.

Senyum-senyum bikin makhluk 'seberang' mendekat. Jangan mendekat! Enyahlah!- bertaring! galak! (Fakta inipun diamini oleh makhluk 'seberang' yang bersamanya telah saya produksi tiga cahaya mata yang manis-manis. Bethul begitu, bangir ony? ...) -

Namun waktu dan peristiwa berlalu. Demikianlah Allah SWT kemudian menuntun saya untuk tak berat "bersedekah". Smiling as a habit, for good reasons, insya Allah ...

***

Lumba-lumba ... sea creature yang senang berkelompok, tapi ada kalanya butuh solitair.
Lumba-lumba ... sering dikira ikan hiu bila yang tampak hanya sirip atasnya.
Lumba-lumba ... merupakan mamalia cerdas dan perenang cepat.
Lumba-lumba ... bisa berada di kolam kecil, maupun di samudra lepas.
Lumba-lumba ... menjadi penolong para pelaut yang tersesat (ini fakta, bukan mitos).
Lumba-lumba betina ... adalah ibu yang baik bagi anak-anaknya.

So, clear enough why I pick this sweet creature as my personality tag

***

Share:

welcome to detti's blog

communication scholar & practitioner, hopefully being lifetime citizen journalist, simply laid back ambivert

Mengoptimalkan Google Alerts untuk Media Monitoring

Menyusun panduan optimalisasi google alerts ini sekira dua bulan sebelum ramadhan tahun lalu. Belum sempat di- digital archive , apa daya fi...

Popular Posts