Selasa, 21 Juli 2009

Nasi Goyeng untuk Suamiku


Cerita ini (*) saya dengar dari salah satu guru saya, Ust Heri Nofriansyah, sebagai prolog yang sangat pas dalam pembekalan menjadi pendidik. Mudah-mudahan bisa jadi refleksi bahwa proses belajar hendaknya tidak parsial dan membuat kita lebih baik di semua lapis diri.

Nasi Goyeng untuk Suamiku

Bu Siti sebenarnya hidup bahagia bersama Pak Agus, pria yang telah menikahinya berbilang tahun. Satu saja masalahnya, ia sangat terganggu karena sang suami tidak bisa mengucapkan huruf "r" dengan baik. "Malu sama tetangga ...," begitu kata Bu Siti.

Suatu ketika, suami tercinta yang sudah lama tidak makan nasi goreng buatan Bu Siti, minta dimasakkan nasi goreng spesial. Pucuk dicinta ulam tiba, batin Bu Siti. Sekaranglah saatnya, ia minta Si Mas sungguh-sungguh belajar mengucapkan huruf "r" dengan baik.

"Saya akan masakkan nasi goreng terbaik yang pernah saya buat, asal Mas mau belajar mengucapkan huruf "r" sampai benar-benar bisa," ujar Bu Siti.

Tanpa pikir panjang, dan demi menyenangkan hati istrinya, maka Pak Aguspun mengiyakan. Dimulailah self-training mengucapkan "nasi goreng!"

Pak Agus mencoba, "Nasi goyeng."

Tidak apa-apa. Coba lagi. "Nasi goyeng."

Ketiga kali masih "Nasi goyeng."

Begitu seterusnya, hingga atas usaha yang sungguh-sungguh serta kesabaran Bu Siti akhirnya Pak Agus sukses melafalkan, "Nasi gorrreng...!".

Alhamdulillah. Bukan kepalang senangnya hati Bu Siti. Begitu pula dengan Pak Agus. Saking gembira Pak Agus minta istrinya tidak usah memasakkan nasi goyeng ... eh, nasi goreng spesial untuknya. "Bu'e nggak usah masak. Ayo kita makan nasi goreng spesial yang paling enak di (Rumah Makan) Sedap Mantap," seru Pak Agus.

Singkat cerita, tiba di Rumah Makan Sedap Mantap dengan hati berbunga-bunga Bu Siti mempersilakan suaminya memesankan makanan, sekaligus untuk menguji kemampuan Pak Agus mengucapkan huruf "r".

Kepada pelayan rumah makan, Pak Agus berseru yakin, "Nasi goreng!"

Bu Siti mengangguk sumringah. Suaminya betul-betul sudah bisa mengucapkan huruf "r" dengan baik.

Setelah menuliskan pesanan Pak Agus, pelayan rumah makan kemudian bertanya, "Minumnya apa, Pak?"

Setelah melihat daftar menu, Pak Agus menjawab, "Mmm ... es jeyuk."

Bu Siti menepuk kening. "Oalah Pak'eee ... Pak'ee .."


(*) Penamaan tokoh adalah modifikasi detti
Share:

welcome to detti's blog

communication scholar & practitioner, hopefully being lifetime citizen journalist, simply laid back ambivert

Mengoptimalkan Google Alerts untuk Media Monitoring

Menyusun panduan optimalisasi google alerts ini sekira dua bulan sebelum ramadhan tahun lalu. Belum sempat di- digital archive , apa daya fi...

Popular Posts