Jumat, 19 Agustus 2011

Jangan Hitung Pahala Dengan Kalkulator


Jangan Hitung Pahala Dengan Kalkulator

Mufti Salim, Lc, M.A.
(Sekretaris Dewan Syariah Wilayah PKS Lampung)
cekidot FB beliau Mufti Salim 


Mohon maaf jika versi notulensi ini tak se-syumul taujih aslinya … #maklumnyatetsambilmijitinjidat #eh


Tiga kelompok manusia ketika menyimak taujih:
1.       Manusia yang mendengarkan, lalu paham
2.       Manusia yang mendengarkan, namun tak paham-paham
3.       Manusia yang mendengarkan, lalu salah paham. Semoga kita tidak termasuk kelompok manusia yang kedua apalagi yang ketiga.

***

Kita sudah mengenal ada tiga bulan yang berurutan merupakan bulan haram yaitu dzulqa’adah, dzulhijjah, dan rajab. Dan ramadhan tidak termasuk syahrul hurum.

Masyarakat ketika memahami ramadhan, yang paling menonjol adalah “puasa”. Ini terbukti dari adanya survei keterkaitan kata “ramadhan”, maka yang paling banyak disebut adalah “puasa”. Padahal ada itikaf, tarawih, dll.

Dan setiap bicara soal puasa, maka ayat yang sangat masyhur yang sering diulang saat ramadhan adalah al-Baqarah: 283?? Kutiba ‘alaykumushiyaam.. belum menyebut ramadhan. Ramadhan baru disebut di ayat berikutnya. Ayat ini menuntun umat islam untuk meluruskan tujuan puasa. Apa yang seharusnya paling diinginkan sebagai buah dari puasa – bukan hanya puasa ramadhan.

Apa seharusnya tujuan kita puasa. Tak lain adalah TAQWA. Taqwa adalah sifat utama dari wali Allah, auliuLLah. Sifat utama wali Allah adalah bertakwa.

Waktu kecil kita diajarkan di negeri yang ada sejarah wali songo-nya ini, bahwa wali harus punya kelebihan yang aneh-aneh. Bisa berjalan di atas air, kebal senjata, dll. Padahal wali adalah ‘alaa.. ketahuilah, bahwa wali Allah adalah mereka yang selalu tenang. Ga pernah galau. Ga pernah sedih, kecuali ketika ia jauh dari Allah.

Sangat ngga mungkin orang yang mengaku beriman tapi tidak bertakwa. Orang yang beriman tentunya adalah orang yang bertakwa, auliuLLah. Ada juga pertanyaan, wali boleh ngga perempuan? Memang ini khilafiyah. Tapi kita lihat ada ummahat seperti Maryam Ummu Isa as. yang bisa dijadikan salah satu contoh wali – auliauLLah – perempuan. Jadi insyaAllah, baik laki-laki maupun perempuan bisa mengejar predikat sebagai wali Allah, auliauLLah.

Buah dari seseorang menjadi kekasih Allah adalah akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Kita kenal ada yang disebut mukjizat, ada karomah, ma’unah, dan ada juga sihir. Mukjizat diberikan kepada para nabi, karomah kepada wali Allah, dan ma’unah diberikan kepada orang soleh yang biasa-biasa. Sihir bisa dipelajari tapi sudah jelas keharamannya.

***

Puasa, walaupun materi tentang ini sudah sangat umum, tapi kita memulainya sebagai kader dakwah.

Di QS Al Insaan, Allah menjelaskan muntij atau buah bagi orang-orang yang bertaqwa. Tiga di dunia, dua di akhirat. Ada juga yang menerjemahkan bahwa tiga yang di dunia itu sebenarnya buah di dunia maupun akhirat. Artinya seluruhnya di akhirat.

Pertama, Allah akan berikan makhrojaa. Jalan keluar. Puasa membuat orang menjadi muttaqin, Allah berjanji akan diberi jalan keluar dari masalah. Bisa jadi masalahnya pribadi, bisa jadi keluarga, bisa jadi keluarga besar, bisa jadi jamaah, dst. Ada pendapat, bayi yang menangis saat lahir menunjukkan bahwa manusia memang lahir dengan permasalahan.

Sejarah, tarikh, siroh menunjukkan bahwa para nabi, wali, orang-orang soleh adalah orang-orang soleh dan justru semakin banyak masalahnya. Masih ingat kisah dalam hadits tentang 3 orang yang terperangkap di gua lalu bertawassul dengan amal solehnya. Mereka masing-masing berdoa dengan amal-amal soleh yang kiranya bisa menjadi jalan keluar.

Padahal sebetulnya Allah pasti Maha Tahu, tapi bukankah dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ada doa yang bisa merubah takdir.

Kedua, Allah janjikan rejeki yang tak disangka-sangka. Fitrahnya manusia itu senang insentif, apakah itu berupa uang, jabatan, atau bisa juga surga, pahala, ridha Allah. Dalam buku Rhenald Kasali disebutkan bahwa prestasi anak buah antara lain ditentukan oleh insentif apa yang diberikan seorang pimpinan ke anak buahnya.

Kita kerja dakwah, capek, ga dapat honor tapi terus saja bekerja. Mengapa disebut Allah rejeki yang tak disangka-sangka? Karena rejeki yang tidak disangka-sangka itu lebih membahagiakan, walaupun barangnya sama. Misalnya seorang PNS golongan IIIa sudah biasa dapat gaji Rp 2 juta. Tapi ada pegawai honorer, ga ada angin ga ada hujan tiba-tiba dikasih uang Rp 2 juta. Kenapa saya dikasih, Pak? Kata atasannya, ya karena saya kepengen ngasih saja. Prestasi kamu bagus.

Kalau kita berdoa, minta ke Allah, lalu dikasih kita sudah senang. Padahal kata Allah, tidak hanya itu yang akan aku berikan. Masih ada lagi … Tentu kebahagiaannya berlipat ganda.

Ketiga, Allah jadikan setiap permasalahannya menjadi mudah. Di kampung saya di Kalirejo – Lampung Tengah – ada dua bengkel. Satu bengkel sepi sekali. Sedangkan bengkel yang satunya selalu ramai. Karena bengkel yang satu itu setiap kendaraan diservis ternyata tidak tuntas, mahal, sedikit-sedikit harus ganti spare part. Sedangkan bengkel yang ramai itu, kadang-kadang hanya dengan dilihat saja sudah beres (J..).

Mobil Honda saya yang masih baru itu rusak saya bawa ke dealer besar, dealer resmi, sudah habis banyak ternyata ga tuntas servisnya. Tapi saya bawa ke paman saya di Metro, cuma diketok-ketok lampunya sudah beres. Padahal saya bawa ke dealer sudah ganti bohlam macam-macam, masih bermasalah. AC-nya oleh paman cuma diutak-atik sebentar, langsung normal lagi.

Begitulah pula ada ustadz, ustadzah yang jika kita lihat wajahnya saja sudah mampu meningkatkan keimanan kita.

Keempat, Allah akan hapuskan dosa-dosanya. Dan kelima, kepada muttaqin akan Allah berikan balasan berlipat-lipat, ngga seperti balasan kepada orang yang biasa-biasa.

Inna jibriili… Sesungguhnya malaikat jibril mendoakan buruk kepada seorang hamba yang diberi kesempatan masuk bulan Ramadhan tapi tidak menambah taqwanya. Ada hamba yang diberi Allah kesempatan masuk bulan ramadhan tapi tidak ia jadikan sebagai bulan tarbiyah.

Doa dari malaikat jibril ini sangat menakutkan, akhwati fillah sekalian. Jadi, mimbarnya Rasulullah itu perlu menaiki tiga tangga. Rasulullah naik satu demi satu tangga selalu mengucapkan “Aamiin..”. Sahabt bertanya apa yang engkau aminkan ya Rasulullah. Rasulullah menjawab salah satu yang diaminkan adalah doa malaikat jibril tentang adanya azab bagi orang yang tidak mendapat maghfirah selama Ramadhan.

***

Terkait amaliyah Ramadhan, nanti insyaAllah akan disosialisasikan oleh Bidang Kaderisasi, ada beberapa bekalan khusus yang merupakan amalan-amalan baik
1.       Puasa. Sangat berbahaya ngga puasa di bulan ramadhan tanpa alasan. Ga ada qodho untuk orang yang tak berpuasa tanpa alasan.

2.       Sedekah. Rasulullah disifati sebagai orang yang paling dermawan, dan dermawannya sepanjang tahun. Padahal orang lain yang dermawan banyak. Ada Utsman bin Affan dst. Tapi Rasulullah ajuwadan naas. Dan rasulullah jauh lebih dermawan lagi di bulan ramadhan. Lebih dermawan dari angin yang berhembus. Kenapa angin? Karena angin ga pilih-pilih mau kasih kesejukan ke siapa. Kayaknya ini aktivis, ini orang kaya, ini rajin sholat, dst.

Terkait amal sholeh ini, sedekah yang paling utama adalah memberi buka puasa orang lain. Walaupun ada amal-amal soleh lain, memberikan duit, dll. Pahala ga bisa selamanya pakai kalkulator. Misalnya orang yang pulang haji tapi ga sholat karena beranggapan bahwa pahalanya sholat di masjid nabawi sudah berlipat-lipat kali dibandingkan sholat di tempat lain.

Berikan ifthar kepada siapa saja. Bukan cuma fakir miskin.

3.       I’tikaf. Di Lampung Tengah belum ada ummahat yang mengkoordinir I’tikaf akhwat. I’tikaf itu bukan hanya untuk ikhwan. I’tikaf dihidupkan oleh istri-istri Rasulullah 10 hari 10 malam terakhir. Ini sunnah. Jika memang sulit bisa full seperti itu, coba I’tikaf siang hari saja, atau malam hari saja. Atau malam-malam tertentu. Teknis-teknisnya ga usah dipusingkan.

Memang godaan 10 hari terakhir itu semakin banyak. Ketika pasar makin padat dan masjid makin sepi.

Tentang lailatul qadar, sudah lama saya diajari tentang lailatul qadar, tapi baru menjiwai maknanya setelah tarbiyah ini. Apa yang ada di tarbiyah ini kan barang lama semua. Ga ada yang baru. Itulah luar biasanya tarbiyah.

Tanazzalul malaaikah..  Yang turun saat lailatul qadar adalah malaikat-malaikat dan komandannya malaikat. Memang lailatul qadar itu diduga kuat ada pada malam-malam ganjil. Tapi itu kan baru diduga. Sedangkan Rasulullah beri’tikaf di seluruh 10 hari terakhir, bukan hanya malam-malam ganjil.

Semoga kita menjadi hamba yang beruntung mendapatkan doa baik Jibril, bukan doa buruk. Doa agar menjadi kader dakwah yang lebih muntij. Allahumma amiin. []

[]


- disampaikan dalam Jalasah Ruhiy Akhwat Thulaby jelang Ramadhan 1432 H (Juli 2011 - pardon for this in-accurately) di GSG Ragom Sejahtera.
Share:

welcome to detti's blog

communication scholar & practitioner, hopefully being lifetime citizen journalist, simply laid back ambivert

Mengoptimalkan Google Alerts untuk Media Monitoring

Menyusun panduan optimalisasi google alerts ini sekira dua bulan sebelum ramadhan tahun lalu. Belum sempat di- digital archive , apa daya fi...

Popular Posts