Minggu, 17 Februari 2013

Undercover Boss [Amateur TV Review]

Minggu, 17 Februari 2013, 23.47

Undercover Boss, salah satu recommended TV program di BBC Knowledge. Sayang stasiun tivi kita agaknya lebih gandrung mengadopsi program pencarian bakat. Bisa dimaklumi. Yeah, market.

OK. Program ini singkatnya adalah reality show yang melibatkan CEO korporasi besar - sebagaimana judulnya - yang menyamar menjadi trainee di perusahaannya sendiri. Episode yang baru saya tonton adalah Undercover Boss Canada eps. FedEx President. Ini salah satu episode yang sooo.. womanly, karena Presiden FedEx Kanada ini a truely single mother. Lisa Lisson namanya.

Lisa menyamar menjadi trainee cabang FedEx di sebuah kota kecil di Kanada. Ada empat pegawai senior di empat bagian berbeda yang dipertemukan sebagai trainer bagi Suzanne alias Lisa, si pekerja magang baru.

Ada Diana Si Tangan Besi di bagian pengepakan yang berkali-kali meneriaki si pekerja magang nyaru ini. Ada Kathy, nenek yang sudah 24 tahun mengabdi dan tetap cekatan di usia senjanya. Juga Rob yang periang dan bersemangat walau punya masa lalu kelam.

Nah, satu lagi saya lupa namanya. Yang justru paling emotionally impact ke Lisa karena sempat off bekerja dua tahun akibat kanker. Pegawai seusia ayah Lisa ini digambarkan menghadiahi bola 'Wilson' - bolanya Tom Hanks di film Castaway, film yang bercerita tentang pegawai FedEx - sebagai hadiah untuk si pegawai magang. "He gave this present to a complete stranger. This is too much," komen Si CEO sambil menangis.

Mengharukan. Drama.

Begitulah reality show bergulir dengan momen-momen mengharukan, mengejutkan, menyenangkan; memenuhi rumus kelaikan tayangan hiburan di media pandang dengar. Endingnya, keempat pegawai teladan dipanggil ke kantor pusat. Lalu ditemukan dengan mantan pegawai magang yang ternyata ... jeng jeng ... pucuk pimpinan di perusahaan itu.

Satu-satu para pegawai lapangan diberi reward. Ada yang dihadiahi liburan seminggu ke pantai tropis, bangku VIP tanding futbool dengan rekan-rekan satu tim, liburan ke Paris, anaknya diberi setahun beasiswa, dsj.

Di episode lain ada juga pegawai - yang digambarkan sama sekali ga tahu bahwa pegawai trainee itu sebenarnya Big Boss (entahlah ini genuine atau set up - namanya juga reality show) - yang justru dipecat karena ketus memperlakukan customer.

Terlepas dari asumsi on script, "Undercover Boss" jadi tayangan berbeda, inspiratif, karena memaksa seorang CEO turun ke bumi. Bukan hanya melihat langsung kepayahan para pekerja yang membangun perusahaannya, tapi juga merasakan sendiri sulitnya bekerja di bawah tekanan target, gaji ngepas UMR, dan jarang bisa bercengkrama dengan keluarga.

Ada yang direksinya langsung merubah kebijakan fasilitas tenaga kerja secara gradual bahkan memberlakukan sistem saham bagi pekerja rendahan. Sekali lagi apakah ini hanya make up di layar kaca atau sungguh terjadi, penonton setidaknya diboboti tayangan bergizi dan tetap menghibur.

Jadi jangan bandingkan "Undercover Boss" dengan sebut saja almarhum "Termehek-Mehek" atau model "Masihkah Kau Mencintaiku" yang 'aktor'nya bisa pindah akting ke reality show lain; yang menjual - maaf - syahwat berkonflik menjadi tayangan publik. Tabik. []

Share:

welcome to detti's blog

communication scholar & practitioner, hopefully being lifetime citizen journalist, simply laid back ambivert

Mengoptimalkan Google Alerts untuk Media Monitoring

Menyusun panduan optimalisasi google alerts ini sekira dua bulan sebelum ramadhan tahun lalu. Belum sempat di- digital archive , apa daya fi...

Popular Posts