Senin, 20 Oktober 2014

Permata Di Balik Remah Rengginang Lempem


Hajat nasional berjudul Public Relation (PR) Summit itu usai sudah. Sebagai puncak (summit) ia bukan hanya menjadi summit bagi temu para pegiat humas sepelosok negeri, namun juga bagi lini penyelenggara. Kalian. Ya, kalian tim panitia: konsumsi, perlengkapan, acara, drivers, LOs, dokumentasi, fund raisers, ... *siapa belum disebut?

Tulisan ini mungkin takkan panjang. Tapi sebagaimana setiap posting lain di blog ini, semoga ia tak semata jadi curah jiwa. Namun juga jadi doa yang menembus arsyNya. Saksikan bahwa ini doaku untuk kalian semua.

Ungkapan-ungkapan senada "hanya butiran debu", "remah rengginang lempem", dan sejenisnya ... pasti lahir dari kerendahan hati, bukan dari perasaan tak berarti. Aku yakin itu.

Maka di sanalah kalian berada. Baik di sekelilingku atau tidak. Kalian akan tetap jadi permata, di atas pinggan beludru maupun di balik lumpur dan debu.

Allahumma, semoga menjadilah mereka para sahabatku jua di rumah surga kelak. Aamiin. []

Note: foto di atas cuma ilustrasi. Banyak yang bekerja tak henti tanpa sempat tertangkap lensa. Allah saja yang membalas semuanya. Love you all fillah ...
Share:

welcome to detti's blog

communication scholar & practitioner, hopefully being lifetime citizen journalist, simply laid back ambivert

Mengoptimalkan Google Alerts untuk Media Monitoring

Menyusun panduan optimalisasi google alerts ini sekira dua bulan sebelum ramadhan tahun lalu. Belum sempat di- digital archive , apa daya fi...

Popular Posts